Selasa, 15 Maret 2016

ALAS KAKI DI RUMAH SAKIT

Siang ini saya membesuk adik ipar yang baru saja melahirkan di salah satu rumah sakit. Berkat izin Tuhan disertai pemeriksaan rutin dari sang ibu sejak trimester pertama kehamilan, ibu dan anaknya dalam kondisi sehat.

Saya tidak ingin bercerita tentang peristiwa kelahiran itu. Tapi tentang alas kaki yang berseliweran di rumah sakit yang menggangu mata dan pikiranku.

Di ruang-ruang tunggu rumah sakit, dengan mudah kita mendapati tulisan "buka alas kaki" atau semacamnya. Dan, nyaris semua pasien atau pembesuk akan patuh pada aturan itu. Kecuali mereka yang mungkin tak bisa membaca atau dengan sengaja abai atasnya.

Tapi tunggu dulu. Saya mengamati  aturan ini tampaknya tidak berlaku bagi tenaga kesehatan (nakes) di tempat itu. Buktinya, sebagian dari mereka tetap memakai alas kaki pada ruang-ruang dengan perintah "buka alas kaki".  "Mungkin ada pengecualian yang memang layak dibenarkan," pikirku.

Tapi, ketika kuamati sendal dan sepatu yang  mengalasi kaki para nakes itu, terlihat tidak sepenuhnya bersih apalagi steril. Alas kaki itu digunakan melintasi lantai-lantai yang tak bersih.

Tapi, disini kita tak boleh protes dan wajib mengerti dengan keistimewaan itu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar